Nama : Herni Indahwati
Kelas : E7
NBI ; 461304282
Tugas Praktikum Dasar Komputer & Internet Modul 1
1. Kenali dan pahami perangkat keras (hardware) yang ada
dan identifikasi bagian-bagian perangkat keras tersebut?
Hardware
atau Perangkat Keras adalah komponen pada komputer yang dapat terlihat dan
disentuh secara fisik. Jadi, rupa secara fisik dari komputer dapat kita sebut
sebagai Hardware atau Perangkat Keras.
Berikut
contoh dari Hardware :
Ø Motherboard
(papan utama)

Ø Central Processing Unit (CPU)
Biasa juga kita kenal sebagai “processor” atau “otak” dari komputer. Fungsi dari CPU ini adalah memproses dan mengolah semua kalkulasi dan perintah-perintah yang membuat komputer dapat dioperasikan. Karena panas yang dihasilkannya, CPU selalu dilengkapi dengan kipas dan juga heat sink untuk mengurangi suhunya. Pada jenis-jenis CPU terbaru, sudah dilengkapi pula dengan Graphic Processing Unit (GPU) yang terintegrasi ke dalam CPU, sebagai pengolah data-data grafis.
Ø Video
Graphic Array (VGA)

Ø Hard
Disk Drive(HDD)
Ø Optical
Disc Drive
Ø
Power Supply Unit (PSU)
Power
Supply berfungsi sebagai pengkonversi dan penyalur energi listrik dari outlet
sumber (misalnya listrik PLN) ke bentuk energi listrik yang dapat digunakan
untuk menjalankan komponen komputer yang berada di dalam casing. Biasanya, PSU
ini diletakkan di bagian belakang casing.
Ø
Soundcard
Kartu
suara (Sound Card) adalah suatu perangkat keras komputer yang digunakan untuk
mengeluarkan suara dan merekam suara. Pada awalnya, Sound Card hanyalah sebagai
pelengkap dari komputer.
Ø Lan
Card/Network Card
Ø Monitor
Ø Keyboard
dan Mouse
2. Simulasikan perakitan computer pada IT Essential
Virtual Desktop. Kemudian rakit pada PC yang sebenarnya?
LANGKAH I : PERSIAPAN
Persiapan
yang baik akan memudahkan kita dalam merakit komputer. Persiapan meliputi:
1.
Merencanakan spesifikasi komputer yang
akan kita rakit.
Perencanaan disini diperlukan agar kita tahu seperti apa komputer yang
akan kita rakit serta biaya yang akan dikeluarkan. Misalnya kita akan merakit
komputer dengan spesifikasi menggunakan prossesor High-end, Midle-end atau
Low-end.
2.
Persiapan komponen dan perlengkapan
Setelah membuat perencanaan tentang komputer yang akan kita rakit, maka
selanjutnya adalah mempersiapkan komponen dan perlengkapan yang diperlukan
sesuai dengan perencanaan yang kita buat. Komponen dan perlengkapan itu berupa
hardware dan software serta komponen penunjang lainnya.
3.
Persiapan untuk keamanan (saffety)
Persiapan kemanan disini dimaksudkan sebagai langkah pengamanan bagi
kita yang merakit dan komputer yang kita rakit. Keamanan diperlukan sebab
merakit komputer tentu harus berhubungan dengan listrik yang dapat membahayakan
kita dan komponen yang kita rakit. adapun yang diperlukan dalam pengamanan
adalah:
Ø gelang anti statis atau menyentuh permukaan logam pada casing sebelum
memegang komponen untuk membuang muatan statis.
Ø Tidak menyentuh langsung komponen elektronik, konektor atau jalur
rangkaian tetapi memegang pada badan logam atau plastik yang terdapat pada
komponen.
LANGKAH II : PERAKITAN
Langkah selanjutnya adalah masuk dalam perakitan (assembly) komputer.
Dalam merakit ini sangat diperlukan ketelitian dan kesabaran agar komputer yang
kita rakit dapat berfungsi dengan baik.
Tahapan
yang dilakukan dalam proses perakitan meliputi:
1)
Menyiapkan motherboard
Keluarkan motherboard yang sudah Anda beli dari bungkusnya, lalu baca
manual booknya dengan cermat untuk mengetahui posisi pen-jumper-an pada
motherboard. Adapun posisi jumper untuk pengaturan CPU speed, speed multiplier
dan tegangan masukan ke motherboard. Atur seting jumper sesuai petunjuk,
kesalahan mengatur jumper tegangan dapat merusak prosessor.
2)
Memasang Prosessor
Prosessor lebih mudah dipasang sebelum motherboard menempati casing.
Cara memasang prosessor jenis socket dan slot berbeda.
Jenis Socket
a)
Tentukan posisi
pin 1 pada prosessor dan socket prosessor di motherboard, umumnya terletak di
pojok yang ditandai dengan titik, segitiga atau lekukan.
b)
Tegakkan posisi
tuas pengunci socket untuk membuka.
c)
Masukkan
prosessor ke socket dengan lebih dulu menyelaraskan posisi kaki-kaki prosessor
dengan lubang socket. rapatkan hingga tidak terdapat celah antara prosessor
dengan socket.
d)
Turunkan kembali
tuas pengunci.
Jenis
Slot
a)
Pasang penyangga
(bracket) pada dua ujung slot di motherboard sehingga posisi lubang pasak
bertemu dengan lubang di motherboard
b)
Masukkan pasak
kemudian pengunci pasak pada lubang pasak
c) Selipkan card prosessor di antara kedua penahan dan tekan hingga tepat
masuk ke lubang slot.
3)
Memasang Heatsink
4)
Memasang Modul Memori
Modul memori umumnya dipasang berurutan dari nomor socket terkecil.
Urutan pemasangan dapat dilihat dari diagram motherboard.Setiap jenis modul
memori yakni SIMM, DIMM dan RIMM dapat dibedakan dengan posisi lekukan pada
sisi dan bawah pada modul. Cara
memasang untuk tiap jenis modul memori sebagai berikut.
Jenis
SIMM
a)
Sesuaikan posisi
lekukan pada modul dengan tonjolan pada slot.
b)
Masukkan modul
dengan membuat sudut miring 45 derajat terhadap slot
c)
Dorong hingga modul tegak pada slot, tuas pengunci
pada slot akan otomatis mengunci modul.
Keping
Memori
Cara Pasang Memori
5)
Memasang Motherboard pada Casing
Motherboard
dipasang ke casing dengan sekerup dan dudukan (standoff).
Cara
pemasangannya sebagai berikut:
a)
Tentukan posisi
lubang untuk setiap dudukan plastik dan logam. Lubang untuk dudukan logam
(metal spacer) ditandai dengan cincin pada tepi lubang.
b)
Pasang dudukan
logam atau plastik pada tray casing sesuai dengan posisi setiap lubang dudukan
yang sesuai pada motherboard.
c)
Tempatkan
motherboard pada tray casing sehinga kepala dudukan keluar dari lubang pada
motherboard. Pasang sekerup pengunci pada setiap dudukan logam.
d)
Pasang bingkai
port I/O (I/O sheild) pada motherboard jika ada.
e)
Pasang tray casing yang sudah
terpasang motherboard pada casing dan kunci dengan sekerup.
Pasang
Motherboard pada Casing
6)
Memasang Power Supply
a)
Masukkan power supply pada rak di
bagian belakang casing. Pasang ke empat buah sekerup pengunci.
b)
Hubungkan
konektor power dari power supply ke motherboard. Konektor power jenis ATX hanya
memiliki satu cara pemasangan sehingga tidak akan terbalik. Untuk jenis non ATX
dengan dua konektor yang terpisah maka kabel-kabel ground warna hitam harus
ditempatkan bersisian dan dipasang pada bagian tengah dari konektor power
motherboard. Hubungkan kabel daya untuk fan, jika memakai fan untuk pendingin
CPU.
Memasang
Power Supply
7)
Memasang Kabel Motherboard dan Casing
Setelah motherboard terpasang di casing langkah selanjutnya adalah
memasang kabel I/O pada motherboard dan panel dengan casing.
a)
Pasang kabel data
untuk floppy drive pada konektor pengontrol floppy di motherboard
b)
Pasang kabel IDE
untuk pada konektor IDE primary dan secondary pada motherboard.
c)
Untuk motherboard
non ATX. Pasang kabel port serial dan pararel pada konektor di motherboard.
Perhatikan posisi pin 1 untuk memasang.
d)
Pada bagian
belakang casing terdapat lubang untuk memasang port tambahan jenis non slot.
Buka sekerup pengunci pelat tertutup lubang port lalumasukkan port konektor
yang ingin dipasang dan pasang sekerup kembali.
e)
Bila port mouse
belum tersedia di belakang casing maka card konektor mouse harus dipasang lalu
dihubungkan dengan konektor mouse pada motherboard.
f)
Hubungan kabel konektor dari switch di panel depan
casing, LED, speaker internal dan port yang terpasang di depan casing bila ada
ke motherboard. Periksa diagram motherboard untuk mencari lokasi konektor yang
tepat.
Kabel
ON/OFF
Kabel
Power Motherboard
Slot
Kabel Panel
8)
Memasang Drive
Prosedur memasang drive hardisk, floppy, CD ROM, CD-RW atau DVD adalah
sama sebagai berikut:
a)
Copot pelet
penutup bay drive (ruang untuk drive pada casing)
b)
Masukkan drive
dari depan bay dengan terlebih dahulu mengatur seting jumper (sebagai master
atau slave) pada drive.
c)
Sesuaikan posisi lubang sekerup di drive dan
casing lalu pasang sekerup penahan drive.
d)
Hubungkan
konektor kabel IDE ke drive dan konektor di motherboard (konektor primary
dipakai lebih dulu)
e)
Ulangi langkah 1
samapai 4 untuk setiap pemasangan drive.
f)
Bila kabel IDE
terhubung ke du drive pastikan perbedaan seting jumper keduanya yakni drive
pertama diset sebagai master dan lainnya sebagai slave.
g)
Konektor IDE
secondary pada motherboard dapat dipakai untuk menghubungkan dua drive tambahan
h)
Floppy drive
dihubungkan ke konektor khusus floppy di motherboard
Memasang Kabel Drivedisk
i)
Sambungkan kabel
power dari catu daya ke masing-masing drive.
9)
Memasang Card Adapter (VGA)
a)
Pegang card
adapter pada tepi, hindari menyentuh komponen atau rangkaian elektronik. Tekan
card hingga konektor tepat masuk pada slot ekspansi di motherboard
b)
Pasang sekerup
penahan card ke casing
c) Hubungkan kembali kabel internal pada card, bila ada.
Memasang VGA
10)
Penyelessaian Akhir
a)
Pasang penutup
casing dengan menggeser sambungkan kabel dari catu daya ke soket dinding.
b)
Pasang konektor
monitor ke port video card.
c)
Pasang konektor
kabel telepon ke port modem bila ada.
d)
Hubungkan
konektor kabel keyboard dan konektor mouse ke port mouse atau poert serial
(tergantung jenis mouse).
e)
Hubungkan piranti
eksternal lainnya seperti speaker, joystick, dan microphone bila ada ke port
yang sesuai. Periksa manual dari card adapter untuk memastikan lokasi port.
Tahap
Penyelesaian Akhir
LANGKAH III : PENGUJIAN
Komputer yang baru selesai dirakit dapat diuji dengan menjalankan
program setup BIOS. Cara melakukan pengujian dengan program BIOS sebagai
berikut:
a)
Hidupkan monitor
lalu unit sistem. Perhatikan tampilan monitor dan suara dari speaker.
b)
Program FOST dari
BIOS secara otomatis akan mendeteksi hardware yang terpasang dikomputer. Bila
terdapat kesalahan maka tampilan monitor kosong dan speaker mengeluarkan bunyi
beep secara teratur sebagai kode indikasi kesalahan. Periksa referensi kode
BIOS untuk mengetahui indikasi kesalahan yang dimaksud oleh kode beep.
c)
Jika tidak
terjadi kesalahan maka monitor menampilkan proses eksekusi dari program POST.
ekan tombol interupsi BIOS sesuai petunjuk di layar untuk masuk ke program
setup BIOS.
d)
Periksa semua
hasil deteksi hardware oleh program setup BIOS. Beberapa seting mungkin harus
dirubah nilainya terutama kapasitas hardisk dan boot sequence.
e)
Simpan perubahan
seting dan keluar dari setup BIOS.
f) Setelah keluar dari setup BIOS, komputer akan meload Sistem Operasi dengan
urutan pencarian sesuai seting boot sequence pada BIOS. Masukkan diskette atau
CD Bootable yang berisi sistem operasi pada drive pencarian.
LANGKAH IV: PENANGANAN MASALAH
(TROUBLESHOOTING)
Permasalahan yang umum terjadi dalam perakitan komputer dan
penanganannya antara lain:
Ø Komputer atau monitor tidak menyala, kemungkinan disebabkan oleh switch
atau kabel daya belum terhubung.
Ø Card adapter yang tidak terdeteksi disebabkan oleh pemasangan card
belum pas ke slot
Ø LED dari hardisk, floppy atau CD menyala terus disebabkan kesalahan
pemasangan kabel konektor atau ada pin yang belum pas terhubung.
3. Buatlah laporan tertulis mengenai praktikum yang Anda
saat ini dengan jelas (kesimpulan)!
Kesimpulan dari praktikum sebelumnya adalah
Ø memahami
bagian - bagian hardware komputer seperti fungsi, kegunaannya dan memahami
bagai mana cara merakit komputer dengan benar sesuai dengan standart keamanan


02.29
Herni Indah


Posted in:
0 komentar:
Posting Komentar