Nama : Herni Indahwati
NBI : 461304282
Kelas : A5
Praktikum : Sistem Operasi
Tugas Praktikum Modul 4
1.
Didalam
linux hak akses suatu file atau folder dideklarasikan dalam bentuk octal mode, sebutkan
dan jelaskan octal mode tersebut!
Octal Mode
Mode
ini menggunakan angka octal (0-7) untuk melambangkan hak
Format
: chmod option nilai_oktal nama_file
Contoh
:
Setelah diubah ijin aksesnya
file puisigombal.txt sekarang
memiliki hak akses
-rwxrwxrwx. Sehingga user, group,
others bisa membaca, menulis dan menjalankan file tersebut.
1.
Jelaskan
semua command yang digunakan khusus untuk melakukan manajemen file system. dan
jelaskan semua fungsinya (seperti : chmod, chown, dll) !
Ø CHOWN
(Change Ownership)
CHOWN
merupakan sebuah perintah yang digunakan untuk mengganti pemilik dari sebuah
file, perintah CHOWN ini hanya dapat digunakan oleh root / super user.
A) Perintahnya :
A) Perintahnya :
# chown
namauser.namagrup namafile
B) Contoh :
# ls -l /home/gery/data
Total 4 -rw-r--r-- 1 gery gery 15 Oct 01:46 coba.txt
Perintah diatas menghasilkan informasi dari file data yang berada di direktori /home/gery dimana pemiliknya adalah user gery. Untuk merubah kepemilikannya gunakan perintah :
# chown saya
/home/gery/data
Jika kita ingin melihat perubahannya gunakan perintah :
# ls -l /home/gery/data
-rw-r--r-- 1 saya gery 15 Oct 01:46
coba.txt
C) Macam-macam perintah CHOWN
# chown root
/var/run/httpd.pid
Mengubah kepemilikan
/var/run/httpd.pid ke root (standart nama untuk superuser)
# chown rob:developers
strace.log
Mengubah kepemilikan dari strace.log
ke rob dan group diidentifikasikan ke pengembangan.
# chown nobody:nogroup
/tmp /var/tmp
• Mengubah
kepemilikan /tmp and /var/ ke bukan siapapun
• Mengubah
group /tmp and /var/tmp ke bukan group
# chown :512 /home
Mengubah group yang diidentifikasi di /home ke 512 (dengan
mengabaikan apakah nama group berasosiasi dengan identifier 512 atau tidak)
# chown -R us base
Mengubah
kepemilikan base ke user us dan membuat ini berulang.
Ø
CHMOD (Change Mode)
Chmod merupakan sebuah perintah yang digunakan untuk
menambah dan mengurangi ijin pemakai untuk mengakses file atau direktori, dapat
juga menggunakan sistem numeric coding atau sistem letter coding.
Ada tiga jenis permisi atau
perijinan yang dapat dirubah :
-r untuk read.
-w untuk write.
-x untuk execute
Berikut adalah keterangan numeric
dari sebuah permision file :
0 = tidak ada operasi diijinkan.
1 = permisi untuk melakukan cd
(pindah direktori) ke satu direktori.
2 = permisi untuk menulis.
4 = permisi untuk membaca.
Berikut angka-aangka dari file
permissions :
0 = --- 4 = r—
1 = --x 5 = r-x
2 = -w- 6 = rw-
3 = -wx
7 = rwx
Dengan menggunakan “letter coding”, kita dapat merubah
permission untuk masing-masing u (user), g (group), o (other) dan a (all)
dengan hanya memberi tanda plus (+) untuk menambah ijin dan tanda minus (-)
untuk mencabut ijin. Dengan menggunakan sitem “numeric coding”, permission
untuk user, group dan other ditentukan dengan menggunakan kombinasi angka-angka
4, 2 dan 1 dimana 4 (read), 2 (write) dan 1 (execute).
Untuk menggunakan perintah chmod, perintahnya adalah:
#
chmod hakakses namafile
misalnya: # chmod 644 coba.txt
Perintah tersebut akan mengubah hak akses file coba.txt
menjadi seperti berikut:
-rw-r--r-- 1 postgres postgres 41527
Oct 28 2010 coba.txt
Untuk mengganti hak akses sebuah direktori beserta dengan
isinya, gunakan parameter R, dengan parameter tersebut, chmod akan dijalankan
secara rekursif, misalnya seluruh file yang ada pada direktori
/home/user/public_html akan dirubah hak aksesnya menjadi 755
maka perintahnya adalah sebagai berikut:
# chmod R 755
/home/user/public_html
Ø
CHROOT
CHROOT atau Change Root merupakan metode root direktori (/)
virtual yang akan menjadikan home direktori dari suatu user seperti root (/) di
sistemnya sendiri sehingga mencegah user tersebut dapat naik ke level direktori
yang lebih tinggi dan mengambil informasi dari sistem tersebut.
Dengan perintah CHROOT, kita dapat membatasi ruang lingkup
(direktori) user/daemon atau di penjarakan, ini dilakukan untuk memperkuat keamanan
sistem. Jika suatu user/daemon yang di CHROOT maka dia tidak akan bisa
keluar dari direktori (home directory) yang telah di tetapkan, hal ini sangat
bermanfaat misal user/daemon yang di jaili (chroot) telah diambil alih oleh
penyusup maka dia tidak akan bisa keluar dari direktory tersebut dan akan
mengurangi resiko pencurian data, tidak akan menggangu user lain atau kinerja
sistem secara keseluruhan tapi hanya sebagian saja. Oleh karena itu untuk
melakukan chroot harus menetukan environment dan permission yang tepat untuk
user/daemon yang akan di 'jail'.
Contoh penerapan chroot :
Membuat user, group dan direktori untuk chroot BIND. Setelah
instalasi selesai tanpa error berikutnya membuat group dan user named untuk
menjalankan bind (daemon).
groupadd named
useradd -g named
-g /chroot/named -s /bin/true named
kemudian kunci user named
kemudian kunci user named
passwd -l named
membuat direktori untuk memenjarakan user named
membuat direktori untuk memenjarakan user named
mkdir -p
/chroot/named
opsi -p digunakan agar sekaligus membuat parent
direktorinya(/chroot), kemudian masuk ke direktori yang baru dibuat.
Membuat direktori yang diperlukan dibawah direktori
/chroot/named.
cd
/chroot/named
mkdir dev
mkdir etc
mkdir -p var/run
mkdir
conf/secondaries
Jadi pada intinya, penerapan CHROOT harus didahului dengan membuat user, group dandirektori baru
Jadi pada intinya, penerapan CHROOT harus didahului dengan membuat user, group dandirektori baru
Ø mkdir : untuk membuat
folder/direktori.
Ø
touch
Perintah untuk mengganti waktu pembuatan suatu file. Tetapi
bila file yang anda ketikkan belum ada
maka secara otomatis file tersebut akan dibuat. Anda bisa menentukan tipe file
yang anda inginkan. Tetapi file yang dibuat dengan perintah ini adalah file
kosong (tidak ada isinya).
Contoh :
Ø
cat
Perintah
cat, digunakan untuk menampilkan isi file. Biasanya file yang ditampilkan dengan perintah ini adalah
file yang bertipe teks. Dan yang pasti bukan file kosong. Contoh :
karena file coba.txt masih kosong maka tidak tampak apa-apa.
Sekarang kita coba mengisi file tersebut dengan perintah Ketikkan
cat > coba.txt lalu tekan tombol Enter, kemudian mulailah mengetikkan isi file teks yang anda
inginkan.
Contoh
:
kalau
sudah selesai simpan file anda dengan menekan Ctrl + c. Selain itu anda juga bisa menekan Ctrl + z. Sekarang
anda punya file yang sudah ada isinya dan bisa kita gunakan untuk latihan
selanjutnya. Coba gunakan perintah cat untuk melihat isi
file
tersebut.
Ø
more
Perintah ini bisa digunakan untuk menampilkan isi file teks
dengan tampilan perlayar. Anda
akan membutuhkan perintah
ini saat anda membaca file
yang panjang. Untuk
menampilkan layar selanjutnya gunakan tombol
spasi. Tetapi dengan
more anda tidak
bisa melihat tampilan di layar
yang terdahulu.
Ø
less
Memiliki fungsi yang
sama dengan more,
tetapi anda bisa menampilkan tampilan layar terdahulu dengan
menggunakan tombol panah atas atau Page Up.
Ø
cp
Berfungsi untuk mengcopy atau menduplikat file dan
direktori.
Format : cp nama_file_asal nama_file_hasil
yaitu ke folder
/home/dhanie/dataku/song
Ø
mv
Perintah untuk memindahkan file dan direktori. Perintah ini
juga bisa digunakan untuk merename (mengganti) nama file atau direktori.
Format : mv nama_file
nama_file_baru
mv nama_file direktori_tujuan
Contoh :
Perintah diatas mengganti nama file coba.txt menjadi ganti.txt
Perintah diatas mengganti nama
direktori Pictures menjadi Gambar
Ø rm [nama_file] :
Digunakan untuk menghapus file.
Ø rmdir [nama_file] :
Digunakan untuk menghapus direktori yang kosong.
Pada contoh di atas kita tidak bisa
menghapus folder percobaan karena masih terdapat file di dalamnya.


15.37
Herni Indah









Posted in:
0 komentar:
Posting Komentar