Kamis, 08 Januari 2015

Tugas Praktikum Sistem Operasi Modul 4


Nama : Herni Indahwati
NBI   : 461304282
Kelas  : A5
Praktikum : Sistem Operasi
Tugas Praktikum Modul 4



1.    Didalam linux hak akses suatu file atau folder dideklarasikan dalam bentuk octal mode, sebutkan dan jelaskan octal mode tersebut!
Octal Mode
Mode ini menggunakan angka octal (0-7) untuk melambangkan hak
akses. Digambarkan sebagai berikut.

  

Format : chmod option nilai_oktal nama_file
Contoh :

 Setelah   diubah   ijin   aksesnya   file   puisigombal.txt   sekarang   memiliki   hak   akses
 -rwxrwxrwx. Sehingga user, group, others bisa membaca, menulis dan menjalankan file tersebut.


1.    Jelaskan semua command yang digunakan khusus untuk melakukan manajemen file system. dan jelaskan semua fungsinya (seperti : chmod, chown, dll) !

Ø  CHOWN (Change Ownership)
CHOWN merupakan sebuah perintah yang digunakan untuk mengganti pemilik dari sebuah file, perintah CHOWN ini hanya dapat digunakan oleh root / super user.

A) Perintahnya :
# chown namauser.namagrup namafile

B) Contoh :
# ls -l /home/gery/data
Total 4 -rw-r--r-- 1 gery gery 15 Oct 01:46 coba.txt

Perintah diatas menghasilkan informasi dari file data yang berada di direktori /home/gery dimana pemiliknya adalah user gery. Untuk merubah kepemilikannya gunakan perintah :
# chown saya /home/gery/data
Jika kita ingin melihat perubahannya gunakan perintah :

# ls -l /home/gery/data

-rw-r--r-- 1 saya gery 15 Oct 01:46 coba.txt

C) Macam-macam perintah CHOWN
# chown root /var/run/httpd.pid
Mengubah kepemilikan /var/run/httpd.pid ke root (standart nama untuk superuser)
# chown rob:developers strace.log
Mengubah kepemilikan dari strace.log ke rob dan group diidentifikasikan ke pengembangan.
# chown nobody:nogroup /tmp /var/tmp
  Mengubah kepemilikan /tmp and /var/ ke bukan siapapun
  Mengubah group /tmp and /var/tmp ke bukan group

# chown :512 /home
Mengubah group yang diidentifikasi di /home ke 512 (dengan mengabaikan apakah nama group berasosiasi dengan identifier 512 atau tidak)

# chown -R us base
Mengubah kepemilikan base ke user us dan membuat ini berulang.

Ø  CHMOD (Change Mode)
Chmod merupakan sebuah perintah yang digunakan untuk menambah dan mengurangi ijin pemakai untuk mengakses file atau direktori, dapat juga menggunakan sistem numeric coding atau sistem letter coding.
Ada tiga jenis permisi atau perijinan yang dapat dirubah :
-r untuk read.
-w untuk write.
-x untuk execute

Berikut adalah keterangan numeric dari sebuah permision file :
0 = tidak ada operasi diijinkan.
1 = permisi untuk melakukan cd (pindah direktori) ke satu direktori.
2 = permisi untuk menulis.
4 = permisi untuk membaca.

Berikut angka-aangka dari file permissions :
0 = --- 4 = r—
1 = --x 5 = r-x
2 = -w- 6 = rw-
3 = -wx
7 = rwx
Dengan menggunakan “letter coding”, kita dapat merubah permission untuk masing-masing u (user), g (group), o (other) dan a (all) dengan hanya memberi tanda plus (+) untuk menambah ijin dan tanda minus (-) untuk mencabut ijin. Dengan menggunakan sitem “numeric coding”, permission untuk user, group dan other ditentukan dengan menggunakan kombinasi angka-angka 4, 2 dan 1 dimana 4 (read), 2 (write) dan 1 (execute).
Untuk menggunakan perintah chmod, perintahnya adalah:
# chmod hakakses namafile
misalnya: # chmod 644 coba.txt
Perintah tersebut akan mengubah hak akses file coba.txt menjadi seperti berikut:
-rw-r--r-- 1 postgres postgres 41527 Oct 28 2010 coba.txt
Untuk mengganti hak akses sebuah direktori beserta dengan isinya, gunakan parameter R, dengan parameter tersebut, chmod akan dijalankan secara rekursif, misalnya seluruh file yang ada pada direktori /home/user/public_html akan dirubah hak aksesnya menjadi 755
maka perintahnya adalah sebagai berikut:
# chmod R 755 /home/user/public_html
Ø  CHROOT

CHROOT atau Change Root merupakan metode root direktori (/) virtual yang akan menjadikan home direktori dari suatu user seperti root (/) di sistemnya sendiri sehingga mencegah user tersebut dapat naik ke level direktori yang lebih tinggi dan mengambil informasi dari sistem tersebut.

Dengan perintah CHROOT, kita dapat membatasi ruang lingkup (direktori) user/daemon atau di penjarakan, ini dilakukan untuk memperkuat keamanan sistem. Jika suatu user/daemon yang di CHROOT  maka dia tidak akan bisa keluar dari direktori (home directory) yang telah di tetapkan, hal ini sangat bermanfaat misal user/daemon yang di jaili (chroot) telah diambil alih oleh penyusup maka dia tidak akan bisa keluar dari direktory tersebut dan akan mengurangi resiko pencurian data, tidak akan menggangu user lain atau kinerja sistem secara keseluruhan tapi hanya sebagian saja. Oleh karena itu untuk melakukan chroot harus menetukan environment dan permission yang tepat untuk user/daemon yang akan di 'jail'.

Contoh penerapan chroot :
Membuat user, group dan direktori untuk chroot BIND. Setelah instalasi selesai tanpa error berikutnya membuat group dan user named untuk menjalankan bind (daemon).

groupadd named

useradd -g named -g /chroot/named -s /bin/true named

kemudian kunci user named

passwd -l named

membuat direktori untuk memenjarakan user named
mkdir -p /chroot/named
opsi -p digunakan agar sekaligus membuat parent direktorinya(/chroot), kemudian masuk ke direktori yang baru dibuat.

Membuat direktori yang diperlukan dibawah direktori /chroot/named.

cd /chroot/named 

mkdir dev

mkdir etc

mkdir -p var/run

mkdir conf/secondaries

Jadi pada intinya, penerapan CHROOT harus didahului dengan membuat usergroup dandirektori baru

Ø mkdir : untuk membuat folder/direktori.


Ø  touch
Perintah untuk mengganti waktu pembuatan suatu file. Tetapi bila  file yang anda ketikkan belum ada maka secara otomatis file tersebut akan dibuat. Anda bisa menentukan tipe file yang anda inginkan. Tetapi file yang dibuat dengan perintah ini adalah file kosong (tidak ada isinya).
Contoh :


Ø  cat
Perintah  cat, digunakan untuk menampilkan isi file. Biasanya file  yang ditampilkan dengan perintah ini adalah file yang bertipe teks. Dan yang pasti bukan file kosong. Contoh :
karena file coba.txt masih kosong maka tidak tampak apa-apa. Sekarang kita coba mengisi file tersebut dengan perintah  Ketikkan  cat > coba.txt lalu tekan tombol Enter, kemudian  mulailah mengetikkan isi file teks yang anda inginkan.
Contoh : 
kalau sudah selesai simpan file anda dengan menekan Ctrl + c.  Selain itu anda juga bisa menekan Ctrl + z. Sekarang anda punya file yang sudah ada isinya dan bisa kita gunakan untuk latihan selanjutnya. Coba gunakan perintah cat untuk melihat isi
file tersebut.


Ø  more
Perintah ini bisa digunakan untuk menampilkan isi file teks dengan tampilan   perlayar.   Anda   akan   membutuhkan   perintah   ini   saat   anda membaca   file   yang   panjang.   Untuk   menampilkan   layar   selanjutnya gunakan   tombol   spasi.   Tetapi   dengan   more  anda   tidak   bisa   melihat tampilan di layar yang terdahulu.

Ø  less
Memiliki   fungsi   yang   sama   dengan   more,   tetapi   anda   bisa menampilkan tampilan layar terdahulu dengan menggunakan tombol panah atas atau Page Up.

Ø  cp
Berfungsi untuk mengcopy atau menduplikat file dan direktori.
Format  : cp nama_file_asal nama_file_hasil
yaitu ke folder /home/dhanie/dataku/song

Ø  mv
Perintah untuk memindahkan file dan direktori. Perintah ini juga bisa digunakan untuk merename (mengganti) nama file atau direktori.
Format  : mv nama_file nama_file_baru
mv nama_file direktori_tujuan
Contoh :
Perintah diatas mengganti nama file coba.txt menjadi ganti.txt

Perintah diatas mengganti nama direktori Pictures menjadi Gambar


Ø rm [nama_file] : Digunakan untuk menghapus file.



Ø rmdir [nama_file] : Digunakan untuk menghapus direktori yang kosong.
Pada contoh di atas kita tidak bisa menghapus folder percobaan karena masih terdapat file di dalamnya.

0 komentar:

Posting Komentar

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Free Blogger Themes | Free Song Lyrics, Cara Instal Theme Blog